Kondisi sosial budaya masyarakat ditunjukkan masih rendahya kualitas dari sebagian SDM masyarakat di Desa Sukomulyo, hal ini bisa di lihat dengan mudahnya masyarakat Desa Sukomulyo terprofokasi oleh sebagian oknum masyarakat yang sengaja ingin merusak tatanan yang berlaku.Hal ini yang menyebabkan proses pembangaunan sedikit terhambat serta cenderung masih kuatnya budaya paternalistik. Meskipun demikian budaya seperti ini dapat di kembangkan sebagai kekuatandalam pembangunan yang bersifat mobilisasi massa.Di samping itu masyarakat Desa Sukomulyo yang cenderung memiliki sifat ekspresif, agamis dan terbuka dapat di manfaatkan sebagai pendorong budaya transparansi dalam setiap penyalenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pemnabgunan.

Munculnya masalah kemiskinan,ketenaga kerjaan dan perburuhan menyangkut pendapatan, status pemanfaatan lahan paa fasilitas umun menunjukkan masih adanya kelemahan pamahaman masyarakat terhadap hukum yang ada saat ini. Kondisi ini akan dapat menjadi pemicu timbulnya benih kecemburuan sosial dan sengketa yang berkepanjangan,jika tidak di selesaikan sejak dini.